bannerRadiografer.Net adalah Blog Radiografer Indonesia. Berisi beragam tulisan tentang Radiologi, Radiografi, Radioterapi dan lain-lain yang berkaitan dengan dunia ilmu sinar, kadang diselipi juga oleh tulisan-tulisan tentang berita terbaru, tren terhangat, dunia komputer, internet dan sekitarnya yang sekiranya enak serta layak untuk dibaca. Radiografer.net selalu membuka kesempatan bagi rekan-rekan radiografer menjadi kontributor didalamnya, lebih lanjut silahkan dibaca dalam About.
Sep
2nd

Protokol Pemeriksaan Ct-Scan

Author: putu adi | Files under Kesehatan, Radiologi

Berikut ini adalah protokol pemeriksaan CT Scan dari RSUP Dr. Soetomo Surabaya yang saya dapat melalui rekan kerja saya mbak Triningsih Radiografer RSUP Sanglah Denpasar dalam bentuk lempiran fotocopy, kemudian di ketik ulang oleh Siti Murtiningsih radiografer RSU Graha Asih. Silahkan dicermati dan analisa barangkali ada perbedaan tata cara pemeriksaan dari instansi kerja rekan-rekan, komentar dan masukannya selalu ditunggu.

Protokol Pemeriksaan Ct-Scan

Disusun oleh : team ct-scan PKB PDSRI

  1. CT-SCAN OTAK

Potongan axial dari OM Line/Reids base line sampai vertex, tebal potongan :

4 – 5 mm infratentorial, 8-10mm supratentorial atau semua rata 7mm

Lesi dimidline sebaiknya dibuat potongan coronal sebagai tambahan. Kondisi tulang pada kasus trauma/ suspect fraktur tulang kepala.

Indikasi kontras: tumor, infeksi, kelainan vaskuler mencari AVM, aneurysma.

  1. CT-SCAN HYPOFISE

Potongan coronal 1-5mm tanpa dan dengan bolus kontras, dilanjutkan dengan axial scan 2-5mm dari OM Line sampai supraseller distren (2mm bila lesi kecil /mikroadenoma atau kelenjar hipofise normal ; 5mm bila tumor besar/ makroadenoma)

F.O.V kecil (160-200) mulai dari procesus clinoideus anterior sampai dorsum sellae.

  1. CT-SCAN TELINGA / os.PETROSUM

Teknik : High Resolusi CT / kondisi tulang

    1. kasus non-tumor/trauma basis cranii: potongan axial dan coronal 2mm sejajar dengan axis os.petrosum. mencakup seluruh tulang os.petrosum, tanpa kontras, kondisi tulang (WW dan WL yang tinggi)
    2. kasus tumor / infeksi (abses ) potongan axial 2-5mm mencakup seluruh os.petrosum tanpa dan dengan kontras, kondisi tulang dan soft tissue. Potongan coronal 2-5mm sebagai tambahan, dalam kondisi tulang dan soft tissue. Mencakup seluruh os.petrosum dan proses abnormalnya.
  1. CT-SCAN ORBITA

Tumor/ infeksi: Potongan axial 3-5mm dari dinding inferior sampai dinding superior cavum orbita, sudut sejajar dengan N.opticus atau menggunakan garis infraorbito meatal line, tanpa dan dengan kontras. Setelah itu dibuat potongan coronal 3-5mm mencakup seluruh cavum orbita.

Fractur orbita : potongan coronal dan axial 2-4mm tanpa kontras, dicetak dalam kondisi soft tissue dan tulang pada daerah fraktur. F.O.V. kecil (160-200).

  1. CT-SCAN NASOPHARYNX, LIDAH

Nasopharynx: potongan axial 3-5mm, FOV 250mm, kondisi dengan filter agak tinggi (lebih tinggi dari otak) dan pallatum sampai sinus frontalis, sudut sejajar pallatum. Tanpa dan dengan kontras bolus, kemudian dilanjutkan dengan potongan axial 5mm sejajar corpus vertebrae cervicalis dari C2 s/d C6 F.O.V 200mm untuk mencari pembesaran kelenjar.

Setelah itu dibuat potongan coronal 3-5mm, tergantung besar –kecilnya kelainan dari choana sampai cervical vertebrae sejajar dengan dinding posterior nasoprynx  F.O.V. 250mm, potongan coronal kadang perlu dibuat dalam kondisi tulang apabila ada destruksi basis cranii.

Oropharynx: sama dengan nasopharynx hanya mulainya agak rendah, garis axial dimulai dari mandibula keatas.

Lidah: pasti harus diganjal gigi/rongga mulutnya dengan sepotong gabus, agar pada potongan coronal lidah tidak menyatu dengan pallatum. Teknik hamper sama dengan nasopharynx, hanya axial dan coronalnya harus mencakup seluruh daerah lidah. Bila tumor diduga berada di 2/3 depan lidah lebih baik dibuat coronal dahulu tanpa dan dengan bolus kontras, baru kemudian dibuat axialnya. Sedangkan untuk tumor dipangkal lidah,  sebaiknya dibuat axial dahulu baru cornal. Kontras diberikan pada potongan yang diperkirakan akan memberi informasi baik.

  1. CT-SCAN LARYNX / PITA SUARA

Potongan pre kontras : axial 5mm dari epiglottis sampai cincin trachea 1-2, sejajar dengan pita suara.

Potongan dengan kontras : axial 2-3mm didaerah pita suara, mulai dari batas atas sampai batas bawah lesi. Bila ada kelenjar membesar, dibuat potngan leher 5mm post bolus kontras (delayed scan)

F.O.V. 160-200mm, tanpa dan dengan bolus kontras.

  1. CT-SCAN THYROID

Potongan axial 3-5mm dari bagian atas kelenjar thyroid samapi bagian bawah biasanya mulai setinggi C5-6 sampai thoracic inlet, tanpa dan dengan bolus kontras, kemudian di ulang / delayed scan untuk mendapatkan batas lesi dan tambahan informasi yang lebih baik setelah seluruh kelenjar mengalami penyengatan merata, F.O.V. 160-200mm.

Catatan : untuk CT-Scan pita suara dan thyroid dapat dibuatkan teknik MPR (Multiplanar Rekontruksi) untuk menghasilkan potongan coronalnya, untuk itu harus dibuat potongan 1-2mm pada waktu bolus kontras sepanjang daerah yang diperlukan untuk potongan coronalya.

  1. CT-SCAN SINUS PARANASALIS

Teknik High Resolusi

Sinusitis: Potongan coronal 2mm di1/2 bagian depan dan 4mm 1/2 bagian posterior, mulai dari os.nasale sampai dengan nasopharynx, potongan axial dari dasar sinus maxillaries sampai sinus frontalis 3-5mm, tanpa bahan kontras, kondisi soft tissue (WW diatas 2000, WL diatas 200) F.O.V 200-250mm

Tumor  sinus : Potongan coronal 3-5mm dari dinding depan sinus sampai nasopharynx / tumor habis tanpa dan dengan kontras, kemudian axial 3-5mm dari dasar sinus sampai sinus frontalis / mencakup seluruh tumor, kondisi soft tissue / tulang dan kondisi massa tumor dengan WW yang rendah.

  1. CT-SCAN THORAX

(bila memungkinkan sebaiknya dipakai teknik high resolusi)

Potongan axial prekontras/ polos dari puncak paru sampai diafragma, tebal potongan 10, index 10-15. Bolus kontras diberikan  mulai dari arkus aortae samapi hilus inferior, tebal potongan 5-8mm.

Bila proses dibawah hilus potongan post kontras diteruskan kebawah sampai mengenai seluruh proses terpotong.

Kondisi dicetak dalam 2 macam: kondisi parenkim paru dan kondisi mediastinum.

Permintaan khusus untuk parenkim paru dapat dibuat sbb: biasanya pada indikasi parenchymal lung disease / emphysema.

Axial scan tanpa kontras filter high resolusi, tebal potongan 2mm dengan index potongan 8-10mm dari puncak paru sampai diafragma.

Tumor esophagus : pemeriksaan thorax scan sambil minum oral kontras sampai didapatkan lumen tumor yang sempit / batas antara esophagus yang lebar dan yang sempit sebagai batas atas tumor.Bolus kontras diberikan pada daerah tumor mulai batas atas sampai batas bawah, dicetak dalam kondisi mediastinum. Potongan coronal dan sagital dapat diperoleh melalui MPR (untuk itu perlu dibuat potongan tipis 2-3mm sewaktu dibolus).

  1. CT-SCAN ABDOMEN ATAS

Potongan Axial dari diafragma sampai ginjal.

Prekontras: tebal potongan 10, index 10-15mm.

Bolus kontras diberikan pada daerah yang menjadi tujuan pemeriksaan.

Organ / kelainannya yang diperiksa besar (hepar, lien): tebal potongan 10mm, index 8-12mm. Organ / kelainannya sedang (ginjal, lambung, usus) dipakai tebal potongan 5-8mm. Organ / kelainannya kecil (pancreas, kandung empedu,……..) tebal potongan 2-5mm.

Pada kasus tertentu seperti tumor yang hipervaskuler/hemangioma khusus untuk hepar dan ginjal, perlu dibuat delayed scan apbila dicurigai ada kelainan pada bolus kontras.Pada alat spiral / helical CI, untuk hepar dan ginjal sebaiknya dipakai program volume/spiral scan untuk mendapatkan dual phase(fase arterial dan portal pada hepar atau fase cortex dan medulla pada ginjal), kemudian dibuat lagi delayed scan untuk mendapatkan fase equilibrium(untuk hepar) dan fase excresi (untuk ginjal) dimana system pelviocalycesnya terisi penuh.

Untuk kasus CA pancreas pakai kontras negatife (minum air saja).

  1. CT-SCAN ABDOMEN BAWAH / PELVIC

Potongan axial dari lumbal 5 sampai buli-buli / kelenjar prostate.

Prekontras : tebal potongan 10mm.

Bolus kontras didaerah yang ada kelainan, tebal potongan tergantung besar kecilnya kelainan. Biasanya dipakai tebal potongan 5mm. Persiapan pasien sering tidak sampai mengisi baik rectum-sigmoid, untuk itu perlu dimasukkan kontras rectum.

Khusus untuk Ca cervix yang masih stadium II-III, dibuat potongan 3mm pada waktu bolus kontras.

Delayed scan kadang diperlukan bila: batas tumor tidak jelas.

Potongan koronal dan sagital dapat diperoleh melalui teknik MPR.

                                                           

  1. CT-SCAN SPINE

Potongan axial F.O.V. 160mm, tanpa kontras atau dengan kontras intrathecal, disebut CT-Myelografi.

Untuk kasus HNP: potongan hanya didaerah ruang discus, sejajar dengan discus, tebal potongan 2-4mm. Kondisi soft tissue dan tulang bila perlu.

Untuk penilaian canal stenosis, dapat dibuat satu potongan tepat ditengah korpus vertebrae, tegal lurus dengan axis corpus.

Untuk kasus tumor/spondylylitis/metastasis tulang: potongan sejajar dengan corpus vertebrae didaerah yang ada kelainannya. Kondisi soft tissue dan tulang . Bila perlu (umumnya harus) diberikan bolus kontras terutama pada kasus abses paravertebral atau untuk melihat infiltrasi tumor kedalam canalis vertebralis.

Semoga dapat bermanfaat.

Baca juga

    20 responses. Wanna say something?

    1. siti murtiningsih
      Sep 4, 2008 at 11:47:10
      #1

      protocol pemeriksaan CT-Scan dah bagus dan mungkinan kecil gak ada masalah, tapi susunannya kurang diedit biar lebih bagus mengenai tulisan seperti istilah bisa dibuat miring or dipertebal… saat itu saya pengen ngedit tapi lupa coz aq juga ada tugas dari puskes mas tuk ngetik surat ma bosur puskesmas…
      mas putu keren kok..

    2. fenny
      Sep 11, 2008 at 20:26:45
      #2

      kalo yang buat asuransi jiwa itu biasanya yang mana? apa thorax ku bisa? hihihihihi….

    3. suryacx
      Oct 14, 2008 at 18:55:09
      #3

      nga ngertoss….

      bedanya semua apaan????

    4. alen
      Nov 2, 2008 at 23:12:00
      #4

      kayaknya kalau dilengkapin dengan gambar lebih bagus tuh..

    5. arsy
      Nov 13, 2008 at 14:17:55
      #5

      penggunaan mAs untuk ct orbita sebaiknya berapa? so penggunaan mAs kan berpengaruh pada dosis radiasi untuk pasien…. skalian referansinya ya…. makasih… buat KTI soalnya.. hehehe

    6. ari
      Nov 21, 2008 at 12:01:42
      #6

      Mohon dituliskan juga tentang spec alat CT Scan
      (berapa slice ?) karena akan mempengaruhi cara kerja atau teknik pemeriksaan yang akan dilakukan.
      Berikut contoh Protokol Pemeriksaan CT Colonography yang dibuat di Rumah Sakit kami, semoga bermanfaat.

      Pemeriksaan CT Colonography

      PROSEDUR

      ? Persiapan Alat :
      1. Pesawat CT Scan Multi Slice 128
      2. Dual Power Injector.
      3. Emergency Kit
      4. Media Kontras : Iodine non ionic
      5. Syringe set injector
      6. Jarum infus no: 18 atau 20
      7. Pompa colon set untuk memasukkan udara ke colon
      8. Pasien harus mengkonsumsi makanan lunak dan rendah serat selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan, kemudian minum garam inggris sebagai pencahar, malam sebelum pemeriksaan, dan bila perlu dilakukan klisma pada pagi hari sebelum pemeriksaan.

      Protokol Kontras

      Protokol Kontras
      Kontras IV – Konsentrasi Iodine (mgl/mL) 350/370
      Volume (mL) 80
      Flow Rate (mL/det) 4
      Saline Flush – Volume (mL) 20
      Saline Flush – Flow Rate ( mL/det) 4
      Scan Delay (det) 50 – 60

      Protokol Scanning
      Colonography Supine

      Protokol Scanning Parameter Akuisisi
      Scout (topogram) A-P
      Posisi Pasien Supine
      Area Pemeriksaan Diafragma sampai symphysis
      Arah Scan Craniocaudal
      kVp 120
      mAs 50
      Gantry rotation time (det) 0.5
      Slice Collimation (mm) 64 x 0.6
      Pitch 1.40
      Table feed (mm/rotation) 26.9
      Parameter Rekonstruksi
      Slice width (mm) 1
      Axial slice width for 3D/MPR (mm) 0.7
      Recon. Increment (mm) 1
      Axial recon. Increment for 3D/MPR (mm) 0.7
      Recon. Kernel B20f

      Colonography Prone

      Protokol Scanning Parameter Akuisisi
      Scout (topogram) A-P
      Posisi Pasien Prone
      Area Pemeriksaan Diafragma sampai symphysis
      Arah Scan Craniocaudal
      kVp 120
      mAs 30
      Gantry rotation time (det) 0.5
      Slice Collimation (mm) 64 x 0.6
      Pitch 1.40
      Table feed (mm/rotation) 26.9
      Parameter Rekonstruksi
      Slice width (mm) 1
      Axial slice width for 3D/MPR (mm) 0.7
      Recon. Increment (mm) 1
      Axial recon. Increment for 3D/MPR (mm) 0.7
      Recon. Kernel B10f

    7. safa
      Jan 22, 2009 at 14:38:14
      #7

      waduh saya kan ada di desa jadi ct-scannya masih pake yang konvensional. jadi ya susseeeeh dong. gimana kalo kita juga tampilin yang standart minimal? ok?
      sama mo nanya boleh kan?
      Punya radiograf panoramic yang dipake standart internasional atau PDGI? minta dong!!!
      Maju terus !!!!!!!!!!!!

    8. Anggi Atro "04"
      May 8, 2009 at 12:23:25
      #8

      waduh keren amat ya teknik nya,agak sedikit ngerti sich maklum gw jg masih pake ct scan single slice… thanks for bagi-bagi ilmunya…….

      Tulisan terakhir Anggi Atro “04″ adalah : Berbagai Manfaat Madu

    9. arti
      Jun 16, 2009 at 13:53:52
      #9

      seneng nih berbagi ilmunya, tapi disini cty cuma brain kasus yang lain jarang banget.

    10. ray
      Jul 21, 2009 at 11:23:53
      #10

      mas mau nanya itu tentang pemeriksaan ct scan nasopharynx dengan axial dan coronal bedanya apa? dan keunggulan dari masing-masing permeriksaan apa ya mas?
      mungkin mas bisa kasih referensi yng harus dibaca. soalnya saya mau buat penlitian .
      terima kasih sebelumnya :)

    11. Irsan febryanda ar.
      Nov 8, 2009 at 16:57:51
      #11

      kepada seluruh nya,kok kalian bosan dengan pemeriksaan ct-scan ni, mulai lah sekarang banyak olah rg, karna semua penyakit itu asal nya dari kurang’a kita berolah raga, krg bukan lagi jaman nya malas2an he7

    12. Gabrielle
      Nov 19, 2009 at 16:49:18
      #12

      We all have ability to write like this. The difference is how we use it. most of us are stuck in our shells and dont stick our necks out far enough to expose our thoughts like this. You’re one of the brave enough to try and make a difference.

    13. tiffani
      Jan 20, 2010 at 15:04:48
      #13

      aq boleh minta tolong tampilkan artikel tentang CT-Ginjal???
      aq cari2 tapi gak ada

    14. dede
      Mar 24, 2010 at 17:15:21
      #14

      mas,,salam kenal
      mas tolong buatin teknik ct scan thorax dengan kasus jantung bawaan pada anak dong…thanxs

    15. Jennie Tri G
      Apr 8, 2010 at 20:29:12
      #15

      boleh minta tolong tampilkan artikel ttg CT Scan Pelvis dgn klinis Ca CErvix dan CT Scan Thorax dgb klinis Collaps Paru kiri

    16. Jennie Tri G
      Apr 8, 2010 at 20:29:41
      #16

      mksh sblumnya…………………..

    17. els
      Dec 21, 2010 at 19:59:01
      #17

      wah bagus infonya…tp sayang saya ga mudeng ..hhee

    18. briant
      Aug 14, 2011 at 15:18:55
      #18

      kl sy ga salah itu semua untuk protokol CT single slice ya gan ko semua slice thickness nya 5 mm n 10 mm, kl dgn MSCT kan sdh bs lbh tipis dr itu gan…
      untuk high res thorax dgn MSCT (min 4-slice) sj sdh bs 2,5 mm dgn increment/spacing 1,25 mm dan temporal bone (tlg telinga) 0,675 mm –> perlu detail yg tinggi…
      untuk MSCT 32-slice keatas bahkan slicethickness nya 0,5 mm / 0,625 mm bs gan…
      untuk CT Abd jg memungkinkan untuk dibuat teknik multifase (arterial/arterioportal/portalvenous/delayed)

    2 Trackback(s)

    1. Sep 12, 2008: Rapat BBC yang berakhir tragis : .:. F u n k y L o v e .:.
    2. Dec 6, 2008: Media kontras pada CT Scan Abdomen | Radiografer.Net

    Post a Comment